1. Seleksi Administrasi
    1. Setelah pelamar mendaftar dan menggunggah dokumen persyaratan sesuai formasi jabatan yang dilamar, akan dilakukan pengecekan kesesuaian/verifikasi secara daring (online) atas data dan dokumen persyaratan yang diunggah pelamar dalam laman https://sscasn.bkn.go.id. Kelulusan seleksi administrasi didasarkan pada hasil verifikasi atas dokumen yang diunggah.
    2. Pelamar CPNS dan CPPPK yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi dapat melakukan pencetakan Kartu Peserta Seleksi melalui laman https://sscasn.bkn.go.id.
    3. Lokasi dan jadwal seleksi berikutnya akan diinformasikan lebih lanjut melalui laman https://casn.brin.go.id.
  1. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
    1. SKD diperuntukkan bagi pelamar formasi CPNS.
    2. SKD memiliki bobot penilaian sebesar 40% dari total nilai keseluruhan.
    3. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT), yang terdiri dari ;
      1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
      2. Tes Intelegensi Umum (TIU), dan
      3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
    1. Kelulusan SKD didasarkan pada nilai ambang batas (passing grade) yang akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
    2. Pelamar lulus SKD yang akan dipanggil sebagai peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) berjumlah paling banyak 3 (tiga) kali alokasi formasi dan diurutkan berdasarkan peringkat.
  1. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)
      1. SKB diperuntukkan bagi pelamar
      2. SKB memiliki bobot penilaian sebesar 60% dari total nilai keseluruhan.
      3. SKB bagi pelamar CPNS, meliputi:
        1. Tes kompetensi jabatan dengan menggunakan CAT, bobot 50%;
        2. Tes psikologi, bobot 20%;
        3. Wawancara dan presentasi HKM, bobot 30%.
  1. Seleksi Kompetensi
      1. Seleksi kompetensi diperuntukkan bagi pelamar CPPPK.
      2. Seleksi kompetensi bagi pelamar CPPPK meliputi:
        1. Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural, bobot 40%; dan
        2. Seleksi Kompetensi Teknis, bobot 60%.
      3. Setiap tahapan seleksi kompetensi menggunakan sistem gugur.