Persyaratan

  1. PERSYARATAN UMUM (Formasi Jenis Cumlaude, Disabilitas, Putra/Putri Papua dan Papua Barat dan Umum)
    1. Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia, dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    2. Sehat jasmani dan rohani.
    3. Berkelakuan baik dan tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.
    4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, anggota TNI/POLRI, Pegawai BUMN/BUMD, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.
    5. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS), prajurit TNI, anggota Polri, dan siswa sekolah ikatan dinas Pemerintah.
    6. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis.
    7. Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang atau sejenisnya (Surat Keterangan Bebas Narkoba/NAPZA dari Rumah Sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku wajib dilengkapi setelah peserta dinyatakan lulus pada pengumuman kelulusan akhir).
    8. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    9. Bagi Wanita tidak bertato/bekas tato dan tindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain di telinga kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat, dan bagi Pria tidak bertato/bekas tato dan tindik/bekas tindik anggota badan lainnya kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat.
    10. Berusia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat melamar, kecuali pelamar untuk formasi jabatan Peneliti Ahli Muda dengan pendidikan S-3 (Doktor) berusia paling tinggi 40 (empat puluh) tahun pada saat melamar.
    11. Memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan persyaratan jabatan, serta memenuhi syarat kompetensi akademis dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 (tiga koma nol) pada skala 4 (empat) untuk setiap formasi jabatan berkualifikasi pendidikan S-1 (Sarjana) dan S-2 (Magister).
      2. Bagi pelamar dari lulusan perguruan tinggi luar negeri yang tidak memiliki IPK, wajib menyertakan salinan transkrip nilai (Transcript of Records atau Academic Records) dalam bahasa Inggris, dan/atau salinan Tesis (untuk S-2) dalam bahasa Inggris yang meliputi: title page, abstract, conclusion.
      3. Pelamar untuk formasi jabatan Peneliti Ahli Muda dengan kualifikasi pendidikan S-3 tidak memerlukan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), namun wajib memiliki Hasil Kerja Minimal (HKM) sebagai berikut:
        1. Pernah memperoleh dana penelitian, minimal berupa beasiswa S-3;
        2. Pernah menjadi pemakalah di pertemuan ilmiah yang dibuktikan dengan manuskrip, sertifikat/surat keterangan menjadi pemakalah;
        3. Mempunyai karya tulis ilmiah dalam bentuk artikel di prosiding ilmiah yang diterbitkan, berjumlah 2 (dua) buah dan berperan sebagai kontributor utama;
        4. Memiliki artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal ilmiah minimal terakreditasi nasional, atau buku ilmiah diterbitkan penerbit nasional, atau naskah akademis Rancangan Perdirjen atau Rancangan Perda, atau kekayaan intelektual bersertifikat terdaftar, berjumlah 3 (tiga) buah dan berperan sebagai kontributor utama;
        5. Poin iii dapat dapat digantikan dengan point iv pada kategori jurnal ilmiah dan buku ilmiah;
        6. Pilihan pada poin iv paling sedikit harus ada 1 (satu) buah berupa artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal ilmiah minimal terakreditasi nasional.
    12. Bagi pelamar lulusan perguruan tinggi dalam negeri, program studi harus memiliki akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (BAN-PT).
    13. Bagi pelamar dari lulusan perguruan tinggi luar negeri, wajib menyertakan surat penyetaraan ijazah luar negeri yang diterbitkan oleh kementerian yang menyelenggarakaan urusan pemerintahan di bidang pendidikan tinggi.
    14. Peserta yang mengikuti program beasiswa dan telah ditetapkan sebagai CPNS dapat melanjutkan beasiswa 1 (satu) tahun setelah diangkat sebagai PNS.
  2. PERSYARATAN KHUSUS
    1. Pelamar Formasi Lulusan Terbaik Berpredikat Dengan Pujian (Cumlaude)
      1. Memiliki kualifikasi pendidikan dari Perguruan Tinggi yang terakreditasi A/unggul dan/atau Program Studi yang terakreditasi A/Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada saat ijazah tersebut dikeluarkan dan terdapat keterangan lulus cumlaude/dengan pujian pada ijazah atau transkrip nilai ijazah, atau sertifikat lulusan terbaik berpredikat pujian (cumlaude) yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi/Fakultas.
      2. Apabila akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tidak tertulis di dalam ijazah dan/atau transkrip nilai dan/atau sertifikat akreditasi, maka dibuktikan dengan surat keterangan dari Fakultas.
      3. Apabila predikat lulusan terbaik tidak tertulis di dalam ijazah dan/atau transkrip nilai, atau sertifikat lulusan terbaik berpredikat pujian (cumlaude) yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi/Fakultas, maka dibuktikan dengan surat keterangan dari Fakultas.
      4. Calon pelamar dari lulusan Perguruan Tinggi luar negeri dapat mendaftar pada formasi khusus termasuk kategori lulus “Dengan Pujian”/Cumlaude setelah memperoleh penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara “Dengan Pujian”/Cumlaude dari kementerian yang menyelenggarakaan urusan pemerintahan di bidang pendidikan tinggi.
    2. Pelamar Formasi Penyandang Disabilitas
      1. Pelamar dari penyandang disabilitas wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit pemerintah/Puskesmas yang dapat menerangkan jenis/tingkat disabilitas.
    3. Pelamar Formasi Diaspora
      1. Pelamar merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Paspor Indonesia yang masih berlaku dan menetap di luar wilayah Republik Indonesia serta bekerja sebagai tenaga profesional di bidangnya, yang dibuktikan dengan surat rekomendasi dari tempat yang bersangkutan bekerja minimal selama 2 (dua) tahun.
      2. Pelamar bebas dari permasalahan hukum, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dan tidak terafiliasi pada ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, yang dibuktikan dengan surat keterangan bebas dari permasalahan hukum yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri.
      3. Pelamar tidak sedang menempuh post doctoral yang dibiayai oleh Pemerintah Indonesia, yang dibuktikan dengan Surat Pernyataan Sumber Pembiayaan dari lembaga tempat pelamar menempuh post doctoral pada saat melamar.
    4. Pelamar Formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat
      1. Pelamar memiliki garis keturunan orang tua (bapak atau ibu kandung) asli Papua dan Papua Barat, yang dibuktikan dengan akte kelahiran atau surat keterangan lahir pelamar dan diperkuat dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah/Kepala Suku.