Sabtu, 26 Juli 2014  

situs LIPI »  

» DEPAN
» ARTIKEL
» INFORMASI
» e-BERKAS
» FORMASI
» LAMARAN
» STATUS
» ARSIP

L O G I N
nomor lamaran :

kata-sandi :

 

» lupa kata-sandi ?


- PENGADAAN CPNS LIPI 2005 -

MenPAN : Rekrutmen CPNS tahun 2005 tunggu PP

Banjarmasin - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), H.Taufik Effendi mengakui, rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2005 ini memang agak terlambat, karena menunggu Peraturan Pemerintah (PP).

"Saya berharap dalam satu dua hari ini PP sebagai pedoman tentang rekrutmen CPNS dengan prioritas tenaga honorer tahun 2005 ini sudah ditandatangani Presiden dan penerimaan mulai 1 November 2005 dan diangkat 1 Januari 2006," ujarnya di Banjarmasin, Minggu malam.

Penjelasan Menpan, Taufik Effendi yang asli "Urang Banjar" itu disampaikan sebelum melakukan pertemuan dengan Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin dan sejumlah Pengurus Dewan Dayak Kalimantan, di Hotel Victoria Banjarmasin.

Menurut Taufik, memang rencana rekrutmen CPNS tahun ini agak terlambat tapi tidak terburu-buru dan rapi, karena ternyata untuk mengangkat sekitar 700.000 orang tenaga honorer itu banyak permasalahan, karena itu harus dengan PP.

Dari 700.000 tenaga honorer yang sudah mengabdi 20 tahun, 15 tahun dan 10 tahun itu, katanya, memang tidak bisa diangkat sekaligus, tetapi secara bertahap hingga 2009 mendatang dan termasuk mereka yang diangkat sebagai honor mulai 1 Januari 2005.

Dia menjelaskan, dengan adanya pedoman PP untuk rekrutmen CPNS tersebut diharapkan data yang disampaikan gubernur akurat dan tidak ada honorer dadakan.

Dalam PP itu, katanya, diatur persyaratan untuk diangkat tahap awal dan tidak melalui seleksi, tetapi hanya mengisi isian antara lain, mereka yang sudah mengabdi 20 tahun ke atas secara terus menerus dan memiliki dedikasi dan mereka yang kritis artinya jika tidak diangkat usianya lebih 46 tahun.

Untuk tahun 2005 diangkat sebanyak 300.000 CPNS dan 200 ribu lebih merupakan tenaga honor baik yang diangkat oleh pusat maupun daerah dan 100 ribu merupakan CPNS baru, sementara setiap tahun jumlah PNS pensiun sekitar 200 ribu orang.

"Dengan demikian akan terjadi pengurangan PNS setiap tahun sekitar 100 orang secara alamiah akibat pensiun," katanya.

Dia menyebutkan, tenaga honor yang diprioritaskan untuk diangkat menjadi CPNS adalah antara lain tenaga guru, tenaga kesehatan, penyuluh pertanian dalam arti luas, penjaga pintu air, penjaga hutan, rel kereta api (KA), dan penjaga kamar mayat dan tenaga honorer yang sangat dibutuhkan daerah.

"Saya mengingatkan seluruh calon PNS hendaknya tidak memakai calo dalam melamar, karena rekrutmen kali ini tidak dipungut biaya," demikian Taufik Effendi.(*)

Sumber : Antara News (21 Oktober 2005)


Catatan :

Untuk kasus LIPI, pengangakatan tenaga honorer yang telah bekerja di LIPI dibatasi maksimal 10 persen dari jumlah total kuota CPNS tahun 2005 (maksimal 30 orang). Dengan syarat tenaga honorer yang akan diangkat memenuhi formasi yang disetujui MenPAN (tertulis di halaman FORMASI). Sisa kuota (minimal 270 orang) dibuka untuk CPNS baru.

Sesuai dengan persyaratan dan kriteria yang berbeda dengan CPNS baru, maka proses pengangkatan tenaga honorer LIPI tidak dilakukan melalui Sistem Informasi CPNS LIPI. Demikian juga halnya dengan persyaratan lain dan ujian tertulis berbeda dengan CPNS regular.

Demikian untuk diketahui dan mohon maklum adanya.

» versi cetak
revisi terakhir : 26/10/05 - 07:13 WIB

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2004-2014 LIPI